taka — Menjadi Seorang Muslim yang Ideal

Hakikatnya manusia selalu mempercayai bahwa ada suatu kekuatan yang lebih kuasa dari kekuatan manusia. Hal ini yang menyebabkan sejak dahulu manusia terbiasa untuk mengagung-agungkan suatu zat yang dianggap memiliki suatu kuasa. Zat yang diagungkan ini umumnya berwujud berhala, dewa-dewa kepercayaan, ataupun ajaran dalam agama samawi. Bentuk pengagungan ini berupa menyembah zat tersebut dengan ritual-ritual tertentu berdasarkan ajaran nenek moyang ataupun kitab suci. Penyembahan ini merupakan upaya manusia untuk menghilangkan bala, mendapat pahala, atau sekadar mencari tujuan dari kehidupan itu sendiri.

Agama samawi merupakan agama yang memiliki kemiripan pada beberapa aspek kenabian dan ketauhidan, tetapi berbeda dalam penafsiran makna ketuhanan dan ritual keagamaannya. Salah satu agama samawi adalah agama Islam. Agama Islam sendiri agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.. pada abad ke 7 masehi di gurun pasir Saudi Arabia. Nabi Muhamad saw. membawa ajaran agama Islam ke tanah Arab dalam bentuk Alquran dan Hadis.

Nabi Muhammad saw. mengajarkan Alquran kepada para pengikutnya berdasarkan kejadian-kejadian yang terjadi pada masa itu. Adapun Hadis merupakan penjelasan teknis pengajaran dalam Alquran. Konten yang diajarkan oleh Alquran dapat digolongkan atau dibagi menjadi 3 bagian, yaitu akidah, hubungan antar manusia, dan ilmu pengetahuan. Metode penyampaian konten dan pengamalan pada Alquran diterapkan secara luas sejak zaman Nabi Muhammad saw. sampai Islamic Golden Age.

Akidah

Akidah merupakan hal dasar dan pertama yang diajarkan kepada orang Islam. Pengajaran akidah merupakan hal terpenting pada orang Islam karena segala ajaran kehidupan dimuat pada bagian akidah. Secara umum, akidah yang diajarkan berupa keesaan Allah Swt., kenikmatan surga, dan siksa api neraka. Penerapan keesaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan rukun Islam dan rukun iman. Salah satu bentuk keimanan dari seorang muslim adalah percaya akan adanya kehidupan setelah kematian di dunia. Kehidupan pascakematian ini bergantung dari amalan atau perbuatan manusia selama hidup di dunia yang berupa pahala atau dosa. Konsep ganjaran bagi orang Islam yang mengesakan Allah Swt. dengan cara melaksanakan rukun Islam dan rukun iman yaitu berupa pahala, sedangkan yang melanggarnya akan mendapatkan dosa. Ganjaran ini akan menentukan nasib mereka setelah meninggal, orang yang memiliki banyak pahala akan mendapatkan nikmat surga sedangkan orang yang memiliki banyak dosa akan merasakan siksa api neraka.

Pengajaran akidah umat Islam pada masa Rasulullah saw. sampai dengan Islamic Golden Age sangat menekankan mengenai imbalan pahala apabila berbuat baik dan beribadah serta berdosa apabila melanggar ketentuan Allah Swt. yang semata-mata untuk mendapatkan ridaNya. Hal ini ditunjukkan dengan banyak ayat pada Alquran yang membahas mengenai siksa api neraka, azab Allah Swt. kepada kaum terdahulu, dan peringatan mengenai hari akhir. Di samping itu tak lupa pada ayat yang lain Alquran menjelaskan perihal kenikmatan surga bagi orang yang bersabar dan bertawakal, kesederhanaan dalam menjalani kehidupan, mengutamakan kebajikan dalam setiap perbuatan, dan pentingnya menghargai waktu. Pada masa itu, umat Islam sangat takut dengan azab Allah Swt. dan sangat mengharap nikmat surga-Nya. Hal ini tercermin dari perkataan mereka yang sejalan dengan perbuatan.

Setelah Islamic Golden Age berakhir atau tepatnya setelah perang dunia pertama, pengajaran mengenai akidah kepada orang Islam sangat berbeda. Akidah yang diajarkan kepada orang Islam lebih ditekankan untuk membenci barat karena dianggap telah menyudahi zaman kekhalifahan Islam mengakibatkan beberapa orang Islam mendapat miskonsepsi terhadap jihad. Mereka beranggapan bahwa darah orang kafir halal untuk dibunuh, peperangan diajarkan oleh Rasulullah saw., atau dahulu Islam menyebarkan agamanya melalui peperangan. Akibatnya banyak kelompok teroris berkedok menjalankan syariat agama Islam. Mereka memiliki misi untuk membangun peradaban Islam kembali dengan cara kekerasan seperti melakukan bom bunuh diri kepada orang kafir (baca: barat). Mereka melakukan ini semata-mata untuk mendapatkan ganjaran pahala dan berharap mendapatkan nikmat surga dari Allah Swt.. Padahal mereka telah terdoktrin akidah ke-Islam-an yang salah. Mereka lupa bahwa Rasulullah saw. sangat menjunjung tinggi toleransi umat beragama, salah satu contohnya dengan membuat Piagam Madinah, Rasulullah saw. melakukan peperangan karena orang Islam pada saat itu terancam oleh kafir Quraish yang ingin memerangi orang Islam, Rasulullah saw. memperlakukan tawanan perang yang notabenenya orang kafir sangat manusiawi dan beradab, dan Rasulullah saw. tidak pernah memaksakan seseorang untuk berpindah keyakinan. Orang Islam yang memiliki akidah yang lemah (atau bahkan tidak ada sama sekali) atau salah dapat membahayakan kehidupannya ataupun orang lain. Maka dari itu sangat penting bagi orang Islam untuk memiliki akidah yang benar.

Hubungan Antar Manusia

Setelah seorang muslim memiliki akidah yang benar, tahap selanjutnya yaitu menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Allah Swt. telah mengetahui sifat dasar manusia akan hal ini, maka dari itu melalui Alquran manusia diajarkan tata cara menjalin hubungan yang baik dengan manusia lain atau habluminannas. Ajaran ini penting untuk manusia terapkan setelah memiliki akidah yang benar dan kuat supaya umat manusia saling hidup rukun dan damai.

Agama Islam melalui Alquran dan Hadis mengajarkan adab berhubungan dengan tetangga, perintah untuk menyantuni dan memuliakan yatim piatu, peduli kepada fakir miskin, etika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, tata cara makan dan minum, dan masih banyak lagi. Bentuk dari pengajaran ini berupa contoh yang dilakukan oleh Rasulullah saw. atau perintah untuk bederma. Ganjaran bagi orang Islam yang menjaga hubungan baik dengan manusia lain yaitu berupa pahala. Maka dari itu pada zaman sahabat Nabi saw., para sahabat tidak segan-segan untuk menggelontorkan banyak uang untuk disedekahkan kepada tentangga ataupun orang yang membutuhkan di sekitar mereka. Akidah yang mereka miliki membuat mereka yakin amal yang mereka kerjakan pasti memiliki ganjaran di sisi Allah Swt.. Adapun berbuat baik kepada orang lain, seperti bersedekah tidak akan membuat donatur jatuh miskin karena membantu saudara ataupun tetangganya yang membutuhkan.

Alkisah pada zaman kekhalifahan, hartawan pada zaman itu dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu pembebas hutang, donatur perang, dan donatur kenegaraan. Hartawan pembebas hutang membayarkan hutang-hutang kaum Muslimin lainnya pada hari Jumat secara cuma-cuma dan tanpa pemilik hutang ketahui. Adapun hartawan donatur perang, merupakan ia yang memberikan kendaraan perang (unta dan kuda), perlengkapan perang (pedang), atau konsumsi peperangan kepada calon pasukan jihad fi sabilillah melalui komandan perangnya. Tak lupa para hartawan ini turut ikut dalam medan peperangan. Hartawan donatur kenegaraan berwakaf untuk kepentingan umat muslim dalam menjalankan pemerintahan (kekhalifahan). Bentuk yang biasa diwakafkan antara lain sebidang tanah untuk pembangunan rumah sakit atau sekolah, pembangunan fasilitas umum (seperti jalanan) dan masjid, atau makanan untuk fakir miskin dan anak yatim piatu. Kedermawanan dari para hartawan ini membuat sistem kekhalifahan tidak dipungut pajak, tetapi memiliki fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sarana prasarana umum yang sangat baik dan tanpa biaya.

Ilmu Pengetahuan

Tahap pembelajaran ketiga atau tahap akhir yaitu mengulik ilmu pengetahuan yang berasal dari Alquran. Seorang muslim yang memiliki akidah yang benar dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia dapat melanjutkan dengan menadaburi Alquran. Alquran perlu untuk umat Islam tadaburi karena memuat banyak ilmu pengetahuan bagi manusia yang berpikir.

Banyak fakta ilmiah dari Alquran yang terbukti benar oleh metode sains modern. Contohnya bahwa bumi beredar di tata surya pada garis edarnya, teori big bang, teori yang menyatakan bahwa unsur kehidupan adalah air, fakta bahwa dasar lautan itu gelap, tidak bercampurnya dua jenis air (tawar dengan asin), bentuk planet bumi, dan masih banyak lagi. Contoh-contoh ini merupakan sedikit dari banyak fakta sains yang belum terungkap atau disadari oleh umat Islam.

Pada Islamic Golden Age, para ulama muslim saat itu menghasilkan banyak karya ilmu pengetahuan modern. Sebut saja, aljabar, ilmu bedah, parasut, kamera, dan lain-lain. Para ulama saat itu tidak hanya hebat secara spiritual, tetapi juga sains karena mereka telah melewati tahapan-tahapan yang sudah dipaparkan sebelumnya dengan benar, sehingga sampai lah mereka ketahap terakhir, yaitu menadaburi Alquran.

Jadi

Penerapan pendidikan Islam berdasarkan Alquran dan Hadis yang becermin pada zaman kekhalifahan yang disesuaikan dengan kehidupan modern sekarang akan mendidik generasi muslim cerdas secara spiritual dan sains yang dapat survive sesuai perkembangan zaman. Penerapan pendidikan ini dapat diimplementasikan dari perbaikan manajemen masjid atau musala supaya menjadi sumber kesejahteraan umat Islam.

taka merupakan tulisan yang berasal dari opini, logika, ingatan, dan pengalaman gua terhadap suatu hal.

--

--

negasi dalam narasi

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store