Tak terasa sudah 30 hari berlalu gua menjalankan ibadah puasa. Entah kenapa Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda dari biasanya. Kegiatan semacam bukber bersama teman, iktikaf di masjid, ataupun mudik ke rumah nenek menjadi suatu yang sangat dirindukan. Memang sejak maret pandemi ini telah banyak membatasi gerak-gerik masyarakat dalam beraktivitas. Sebut saja gua udah ‘libur’ kuliah dari Maret dan diperkirakan bakal masuk lagi Agustus tahun ini. Memang pandemi ini juga membuat silaturahmi mengunjungi kerabat menjadi bentuk pembunuhan gaya baru di tengah masyarakat. Mengerikan bukan? Tapi itulah kenyataannya.

Seluruh dunia pun merasakan hal yang sama, akibatnya? Perekonomian dunia sangat terguncang. Pabrik-pabrik disetop produksi, pusat perbelanjaan ditutup, dan pariwisata ditunda. Sungguh mengerikan bukan? Perputaran pergerakan dunia yang begitu cepat mengalami pukulan hebat sehingga harus vakum sementara karena pandemi ini.

Balik lagi ke Ramadan, setelah Ramadan seluruh umat muslim di dunia akan merayakan hari raya besar, hari kemenangan ya benar, hari raya Idul Fitri. Namun lagi-lagi, Idul Fitri tahun ini terasa sangat berbeda. Tidak ada silaturahmi bersama saudara, tidak ada nenek, tidak ada hangout keliling Ibu Kota bersama saudara besar, sangat menyedihkan. Tidak pernah terbayang sama gua kalo Idul Fitri kaya gini bakal terjadi.

Meskipun begitu tentu gua gak mau pesimis-pesimis amat di hari ‘bahagia’ ini. Kalo gua renungi banyak hal yang ‘selamat’ gua lalui karena pandemi ini. Kaya beberapa target amalan spesial Ramadan, pengerjaan tugas Tekpres Arsi, beberapa ujian beserta persiapannya, atau project gua lainnya. Entah mungkin pepatah benar bahwa “selalu ada secercah cahaya di ujung lorong tergelap sekalipun”, ya dalam banyaknya kesulitan yang terjadi sekarang tetap ada hal-hal baik yang terjadi. Ya semogalah pandemi ini cepat berakhir.

Mungkin yang ngerasa aneh sama Idul Fitri kali ini gua doang kali atau kalian juga? Entahlah. Yowes, akhir kata gua mau ucapin Taqobbalallahu minna wa minkum. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri Frens! Dah ah gua mau makan ketupat sama daging bikinan emak dulu.

taki merupakan tulisan yang berasal dari opini, perasaan, dan pengalaman gua terhadap suatu hal.

negasi dalam narasi