Pernah ga sih lo menghayal akan hal yang ga lo punya? Berandai-andai hal indah apa yang bakal terjadi kalo lo punya hal tersebut.

Atau pernah ga lo berpikir tentang cita-cita untuk menggapai sesuatu? memiliki sesuatu? memperoleh sesuatu?

Atau pernah ga lo menyesali sesuatu? Suatu hal yang pernah lo lakuin di masa lalu. Sesuatu yang ga seharusnya lo lakuin tapi lo lakuin. atau lo lakuin harusnya ga lo lakuin.

Atau pernah ga lo mengenang masa lalu lo terhadap suatu hal? Entah itu kenangan akan barang ataupun orang.

SELAMAT ANDA BERARTI MANUSIA HIDUP

Karena emng pada dasarnya manusia tuh kaya gitu. Suka banget mikirin hal yang di luar kendalinya, di luar kemampuannya.

Menghayal akan hal yang ga dipunya akhirnya malah bikin kita ga bersyukur sama apa yang kita punya.

Berambisi buat raih cita-cita, tapi malah jadi toxic sama diri sendiri kalo target ga tercapai. Atau akhirnya malah overthink takut akan kegagalan masa depan.

Dan sialnya malah jadi depresi, insecure, dll gara-gara ngebandingin diri dengan pencapaian orang lain. Emng suka gitu manusia.

Nyesel seumur hidup gara-gara masa lalu yang buruk. Entah gara-gara diperlakukan buruk lah atau salah berperilaku ke orang laen lah. Akhirnya malah jadi dendam kesumat, jadi trigger di masa kini kalo kejadian lagi. Bisa jadi malah overreact ketika ke-trigger dan malah bikin penyesalan baru lagi.

Nyesel juga gara-gara salah nentuin keputusan. Jadinya malah ngebandingin terus gimana-kalo gimana-kalo akan keputusan itu. Dan lupa refleksi diri apa yang udah didapet sekarang.

Manusia suka banget hidup pada masa lalu, masa depan, ataupun dunia khayal nan-irasionalnya. Bukan ga boleh dan ga ada manfaat.

Tapi kalo keseringan dan manfaatnya ga sesignifikan itu buat lo dan jadi toxic, buat apa? Jadi insecure? Dan hal negatif lainnya. Akhirnya yang ada malah lo buang-buang waktu.

YA BENER LO BUANG-BUANG WAKTU.

Padahal ada pilihan yang lebih rasional dan produktif dibandingkan hidup pada angan lo, yaitu hidup lah sepenuhnya pada saat ini.

Karena hidup saat ini dapat lo kendalikan sepenuhnya. Hidup saat ini 100% di bawah kendali lo. Karena hidup ya hidup lo, suka-suka lo berdasarkan nilai-nilai yang lo percaya. Dan itu adalah hal paling realistis yang bisa lo lakuin.

Hidup saat ini berarti lo bisa nentuin, apakah lo mau main gim seharian atau belajar buat ujian.

Dengan hidup saat ini berarti lo berkendali penuh, apakah lo mau rebahan di kasur atau bebenah rumah. Mau mandi atau ga mandi. Mau makan atau ga makan. Dan banyak lagi hal yang bisa lo putusin.

Dengan hidup saat ini, lo harus bisa menyadari akan hal yang bisa lo kendaliin dan apa yang tidak. Dan ini lah bagian tersulitnya.

Sulit jika lo terbiasa buat bergantung sama omongan orang, penilaian orang. Poin penting adalah buat punya filter akan diri lo, akan nilai yang lo anut. Karena itu lah yang bakal jadi dasar keputusan lo.

Hidup saat ini membuat lo fokus akan hal-hal penting dalam hidup lo. Jadinya lo ga buang-buang waktu.

Karena lo ga bisa ngelakuin semua yang lo mau. Lo ga punya cukup banyak waktu buat lakuin itu semua. Lo harus memilih. Hidup itu pilihan.

Hal (yang mungkin) penting lainnya adalah. Lo bisa fokus sama ibadah lo. Pikiran lo ga melayang kemana-mana mikirin kerjaan, tugas, atau apapun. Karena lo hidup saat ini dan lo memutuskan akan hal itu.

Hidup saat ini untuk menentukan masa depan, mengevaluasi masa lalu, atau mewujudkan dunia khayal bukan hal yang tidak boleh jika dalam porsi yang proposional. Dan karena lo manusia hidup, itu tetep penting.

Akhirnya ke-relate-an/kagaan tulisan ini sama hidup lu bukan tanggung jawab (dan urusan) gua. Hanya himpunan dari keresahan yang gua baca dan liat. Perlu diingat segala hal yang lu lakuin adalah tanggung jawab lu. Danke.

taki merupakan tulisan yang berasal dari opini, perasaan, dan pengalaman gua terhadap suatu hal.

negasi dalam narasi