Ramo

Disclaimer: Tulisan ini adalah tugas sharing knowledge dari Rumah Kepemimpinan

Dia dari suku Arab terpandang pada masanya. Dia tercerahkan melalui Taha hingga 14 melalui adiknya yang sedang membacanya. Dia tidak jadi membunuh malah percaya akannya.

Kepercayaannya ini cukup mengguncang tanah kelahirannya karena pengaruhnya yang patut diperhitungkan. Dia disegani juga ditakuti oleh masyarakatnya. Tapi, dia adil kepada siapapun juga amanah terhadap apa yang diembannya. Respect to people juga menjadi budayanya. Kritik dan saran dari masyarakat pun diterima dengan lapang dada.

Blusukan adalah hobinya. Ada suatu kisah saat dia blusukan di malam hari, dia pergi ke tempat wilayahnya yang belum ia kenali. Di sana dia mendapati ada satu keluarga, ibu dan anak, yang sedang kelaparan. Sang ibu memasak batu untuk anaknya yang sedang menangis seraya berkata

“…Allah akan mengadili dia karena kesusahan kami ini”.

Dia bukannya marah, membuat pasal anti kritik, atau lainnya. Dia malah bergegas untuk mengambil persediaan makanan di Baitul Maal dan mengangkat karung makanannya sendiri, tanpa dibantu seorang pun.

Dia sendiri tidak tamak harta dan sangat memahami konsep dari rezeki sampai berkata

“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku”.

Pada dasarnya dia amat menyukai musyawarah dalam mengambil keputusan dan tidak dominan di sana, semua dianggap sejajar olehnya tanpa ada intervensi melalui veto.

Olehnya Al Quds dan beberapa wilayah di semenanjung Afrika dijejakkan. Dia berani tidak gentar dalam melawan kezaliman yang ada. Berani di sini tidaklah berbentuk makian, cibiran, atau hujatan yang ketika diciduk membuat klarifikasi minta maaf karena dia sendiri berhati-hati dalam berkata dengan ucapannya

“Dia tidak pernah sekalipun menyesali diamnya, tetapi berkali-kali menyesali bicaranya”.

So sifatnya dia sangatlah menjunjung tinggi demokrasi modern pada zaman gurun. Perluasan wilayah dilakukan, meski kemiskinan tetap ada. Akhirnya tiada yang sempurna. Jwk pun mungkin meniru gaya blusukannya untuk jadi R1. Tapi tentu jika sifat baik lainnya ditiru gaya kepemimpinan sang peniru akan menjadi sangat menarik saat memimpin.

Ngomong-ngomong siapakah dia?