Disclaimer: Merupakan konten Knowlegde Sharing seri Tokoh by Rumah Kepemimpinan

Maluku merupakan gugusan kepulauan yang berada di timur Indonesia relatif dekat dengan pulau Sulawesi dan Papua. The Spice Islands a.k.a Maluku sejak dahulu merupakan menghasil produsen pala dan cengkih hingga wilayah ini diperebutkan oleh berbagai bangsa dunia. Selain itu, Maluku memiliki alam yang indah akibat minimnya pencemaran di sana. Hasil laut di sana cukup untuk menghidupi masyarakatnya.

Sayangnya, The Spice Islands memiliki masalah terkait pendidikan, utamanya fasilitas pendukungnya. Saat menjamurnya sekolah-sekolah di Jawa yang memiliki akreditasi A, di sana sekolah berakreditasi E bukan tidak mungkin dijumpai.

Bukan tak ingin berubah, tetapi seakan alam selalu memanjakan hidup mereka. Alam masih dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka membuat mereka terlena sehingga tak jarang terlintas pikiran untuk apa belajar kalkulus hingga termodinamika jika tidak bisa menangkap ikan di laut.

Fenomena yang tergambarkan pula dalam buku Guns, Germs, and Steel karya Jared Diamond bahwa salah satu faktor pendorong kemajuan bangsa adalah letak geografisnya. Saat masyarakat subtropis harus menghitung, memperkirakan, dan menghemat cadangan makanan untuk bertahan hidup di musim dingin, masyarakat tropis dimanjakan dengan segala fasilitas yang tersedia sepanjang tahun. Berakibat kemampuan survival yang berbeda, termasuk dorongan kreativitas untuk bertahan hidup seperti dengan membuat alat-alat baru yang dapat mempermudah hidup manusia subtropis.

Terlepas dari itu, Gerakan Sayang Maluku (GSM) hadir untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Maluku bekerjasama dengan berbagai stakeholder mulai dari LSM hingga pemerintah. Berbagai kalangan menyambut positif GSM ini, termasuk masyarakat lokal.

Masa depan The Spice Islands akan sangat cerah jika terjadi kombinasi dalam pemanfaatan potensi alam dengan ilmu pengetahuan modern. Semoga dapat segera terwujud.

#R2Bandung #RumahKepemimpinan

negasi dalam narasi