(Ga) Mau Bahas Kaderisasi Lagi..

Disclaimer: Merupakan tugas LnL dari Rumah Kepemimpinan

Pemimpin adalah kunci dalam suatu lembaga karena pemimpin akan menentukan arah dari lembaga yang dipimpinnya. Jika pemimpin punya visi yang kuat akan relatif memudahkan terhadap pejalanan lembaga ke depannya. Namun, pemimpin tidaklah selamanya akan terjadi regenerasi oleh anggota-anggota baru. Maka momentum pergantian kepemimpinan tentulah merupakan hal krusial karena jika penerus tidak secakap pendahulunya, tentu akan membahayakan lembaga.

Jika kita lihat regenerasi lembaga dalam skala kampus Indonesia kebanyakan menggunakan metode kaderisasi bertensi. Lantas apakah itu yang terbaik?

Regenerasi terlah dicontohkan oleh nabi keturunan Yahudi yang sangat termasyhur yaitu Sulaiman atau Solomon. Nabi Sulaiman merupakan bentuk final dari regenerasi pemimpin Yahudi pada masa itu.

Timelinenya diawali oleh Thalut, pemimpin yang berperan sebagai pembebas Bangsa Israel untuk kembali ke tanah mereka di Jerusalem. Dilanjutkan oleh Daud atau David sebagai pemersatu kaum Yahudi di Yerusalem. Diakhiri oleh Nabi Sulaiman sebagai pembawa kemakmuran bagi masyarakat kerajaannya.

Setiap zaman kepemimpinan, terdapat peningkatan keahlian dan urgensi kecakapan yang berbeda berdasarkan kebutuhan masyarakat saat itu. Seperti Thalut pemimpin yang mengandalkan kekuatan untuk merebut kembali tanah Jerusalem berkebalikan dengan Nabi Sulaiman yang berfokus pada kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk menciptakan kemakmuran.

Akhirnya regenerasi tidak selamanya berupa materi dan metode yang sama setiap tahunnya (walau katanya sih beda) karena lembaga bukannya harusnya berkembang? Berkembang berdasarkan visi atau mimpi besar berjangka panjang dari pendiri lembaga ya?

Perlu ada visi besar dalam merumuskan masa depan lembaga dengan strategi-strategi efektif agar dapat terwujud. Tentu tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin.

#R2Bandung #RumahKepemimpinan