Disclaimer: merupakan bagian dari pembinaan asrama RK episode KIK

Dunia zaman maraknya berita hoax emang susah. Bergantung sama satu media malah jadi close minded, tapi kalo baca banyak-banyak mana ada waktu. Kesibukan meningkat, informasi pun sama. However, jikalau kita udah tau bahwa media yang kita konsumsi itu bias, tentu lah jangan overdose terhadap media itu atau mungkin lebih baik tidak sama sekali tau. Bahkan udah ada di Al Quran surah Al Hujurat ayat 6 yang artinya

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Yes that’s right. Informasi emang penting banget buat diolah dulu sebelum dikonsumsi apa lagi disebarkan ke orang. Kalo sampe salah bisa-bisa berabe dampaknya. Dalam hal ini sikap skeptis diutamakan ya brosis.

Nah selain itu, inget ga sih soal celaan cebong kampret beberapa waktu lalu pas zaman pemilu, parah sih waktu itu tensi sosial tinggi banget. Kaya bahas politik sensitif itu woee. Sumpah itu ga paham lagi brader. Padahal mah di Al Hujurat ayat 10 juga dijelasin gini

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Waduh berapa banyak ya yang hubungannya retak gara-gara beda pandangan politik. Secara literal seandainya mereka tau ayat ini, tampaknya perpecahan tidak seharusnya terjadi. Apalagi hujatan-hujatan yang dilabelkan satu sama lain. Faktanya ngata-ngatain orang tu dilarang juga di Al Hujurat ayat selanjutnya ayat 11 yang artinya

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Bahkan Al Quran memiliki perumpamaan terhadap makhluk-makhluk ini, yang tertuang masih dalam Al Hujurat ayat 12

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Of course menggunjing kaga boleh brader. Tanpa perumpamaan sebenernya udah jelas kalo bukan akhlak yang baik buat ngomongin orang. Emang sih godaan ga gosip tu berat, tapi bisa kok bisa, coba aja ga peduli sama orang, nanti elu kaga ada topik buat ngomongin orang dah, trust me.

Yash akhirnya berlembut kasih lah kepada sesama. Ga usah lah ngecap orang pake nama buruk, dah kaya bocah ae masih maen kata-kataan. Perbedaan itu biasa toh sesuai surat Al Hujurat juga di ayat 13

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jadi yang membuat perbedaan = masalah ya ujung-ujungnya politik aja sih, itu bagian dari strategi mereka dan kalo kita terbawa arus akhirnya hanya membawa kesuksesan bagi mereka.

#RumahKepemimpinan #KnowledgeSharing #R2Bandung