Peta Negara Maju dan Negara Berkembang.

Negara di dunia at least terbagi menjadi dua golongan yaitu negara maju dan berkembang. Negara maju yang gua maksud adalah negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi yang diikuti dengan SDM yang berkualitas, memiliki sistem pendidikan dan kesehatan yang baik. Contoh dari negara maju adalah Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, dll. Adapun, negara berkembang berarti kebalikannya. Contoh dari negara berkembang adalah Indonesia, India, Russia, Malaysia, dll.

Gua bakal jelasin dulu bagaimana suatu negara dapat maju. Banyak faktor yang menentukan, gua bakal jelasin secara garis besarnya. Model pembahasan gua juga bakal berdasarkan sejarah yang gua baca dan pahami.

Prolog

Faktor Pertanian

Negara yang maju karena faktor pertanian kebanyakan di Eropa. Eropa pada awalnya menjual hasil produksi pertanian untuk kebutuhan domestik, namun ada suatu saat mereka kekurangan bahan makanan karena jumlah penduduk meningkat. Eropa pada saat itu membeli hasil pertanian dari negara-negara di benua Asia terutama India dan China melalui Turki. Setelah beberapa waktu, Eropa berhasil melakukan pelayaran pertamanya ke benua Amerika. Dari situ mereka berencana untuk melakukan pelayaran ke Asia untuk membeli langsung hasil pertaniannya tanpa melalui Turki seperti sebelumnya.

Mereka melakukan penjajahan di banyak negara Asia untuk mendapatkan harga bahan pertanian semurah mungkin untuk dijual kembali ke Eropa dengan harga yang mahal. Contoh dari kesuksesan bisnis ini adalah VOC milik Belanda yang sampai sekarang (2020) belum ada perusahaan manapun yang menandingi profit yang dimiliki oleh VOC. Uang yang sangat banyak ini merupakan hasil dari menjual produksi pertanian yang kemudian dimanfaatkan oleh Eropa untuk mengembangkan pembangunan di negaranya.

Faktor Industri

Terdapat 3 negara yang gua tau maju karena industri, yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

Gua ga bakal banyak bahas tentang Amerika Serikat. Intinya kemajuan industri di Amerika Serikat beriringan dengan yang ada di Eropa. Banyak orang-orang Eropa yang pindah ke Amerika Serikat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mereka pindah ke Amerika Serikat dengan membawa pengetahuan Eropa mereka sehingga mereka memiliki basic yang baik untuk membangun suatu negara.

Kalo Jepang sendiri, Kekaisaran Jepang pada zaman Edo menutup Jepang dari dunia luar sampai datang Amerika Serikat yang kemudian memaksa Jepang untuk membuka diri. Perlu diketahui, masyarakat Jepang memiliki harga diri yang tinggi sehingga perlakuan Amerika Serikat terhadap mereka seperti menginjak-injak harga diri mereka. Namun, Jepang saat itu tidak dapat berbuat banyak karena mereka jauh tertinggal dalam hal teknologi, maka dari itu pemerintah Jepang mengirimkan beberapa utusan mereka untuk belajar ke negara barat (Amerika Serikat dan Eropa). Hasil dari belajar mereka digunakan sebagai referensi dan pendoman oleh pemerintah untuk mereformasi segala hal yang perlu direformasi, seperti pada bidang keagamaan dan etos kerja yang kemudian hal yang dilakukan pemerintah Jepang ini dikenal dengan Restorasi Meiji. Pemerintah Jepang bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta Jepang dalam bidang meningkatkan efisiensi dari pekerja Jepang. Kondisi pekerja Jepang pada saat itu tidak produktif lebih banyak merokok dan ngobrol sangat berkebalikan dengan pekerja barat. Untuk meningkatkan efisiensi pekerja Jepang, pemerintah dan perusahaan swasta memainkan hal paling pokok dari manusia yaitu gaji (uang). Intinya mereka yang lebih produktif akan memiliki gaji yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak, hal ini berhasil mengubah Jepang yang malas-malasan menjadi Jepang yang kita kenal sekarang.

Korea Selatan adalah salah satu negara maju yang pernah terjajah. Korea Selatan maju dibantu oleh perusahaan Samsung. Saat itu Samsung memproduksi banyak produk (tidak hanya handphone) karena itu Samsung membutuhkan banyak pekerja pada industrinya. Ibaratnya Samsung seperti penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga perekonomian dapat berjalan. Hal ini didukung oleh masyarakat Korea Selatan yang saat itu banyak menggunakan produk Samsung sehingga Samsung dapat terus memproduksi barang.

Faktor Investasi

Faktor investasi di sini berarti negara yang banyak menjadi tempat investasi dari negara lain (umumnya maju), contohnya seperti negara Singapura dan China.

Singapura setelah diberi kemerdekaan oleh Inggris memutuskan untuk mendirikan negara sendiri dan tidak bergabung dengan Malaysia. Pemerintahan Singapura saat itu diambil alih oleh Lee Kuan Yew. Kondisi Singapura pada masa awal kemerdekaan sangat tertinggal tidak memiliki sumber daya alam, tidak memiliki infrastruktur yang memadai, dan kualitas SDM rendah.Tetapi di sisi lain, Singapura memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada pada jalur laut yang menghubungkan Eropa dengan Asia. Lee menyadari segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh negaranya. Kemudian Lee menjadikan Singapura sebagai negara bebas pajak yang bertujuan untuk menarik investasi asing ke negaranya. Agar semakin menarik investor, Lee banyak melakukan reformasi terhadap kebiasaan masyarakat Singapura saat itu seperti adanya larangan yang keras dan dijalankan mengenai meludah, memakan permen karet, membuang sampah, dll. Hal ini perlu dilakukan mengingat masyarakat Singapura pada saat itu memiliki kebiasaan yang sangat buruk. Pada saat perang dingin Lee tidak menjadikan negaranya mendukung salah satu blok yang ada, dia lebih memilih untuk netral bekerja sama dengan seluruh blok. Akhirnya kerja keras Lee berbuahkan hasil, Singapura yang sekarang telah berubah 180 derajat dari singapura saat awal kemerdekaan.

China dari zaman dahulu sebenarnya sudah memimpin kemajuan, tetapi tertinggal ketika Eropa menguasai dunia. Republik Rakyat China (RRC) dibentuk oleh Mao Zedong yang dalam pembentukannya diwarnai oleh pertumpahan darah antara komunis dengan kapitalis. Pada awal berdirinya RRC ini, Mao bisa gua bilang cukup kurang paham dalam urusan pemerintahan. Coba bayangkan Mao sangat antibarat jadi dia tidak ingin ada investasi dari barat sehingga yang dia lakukan adalah membeli mesin-mesin dari barat (waktu itu mesin pembuat logam) dan menyuruh para petani untuk memproduksi besi, padahal keadaannya petani ini ga ngerti apa-apa mengenai mesin yang dibeli oleh Mao. Bisa dibayangkan apa yang terjadi? kualitas besi produksi RRC sangat buruk. Beruntung bagi RRC karena penerus Mao yaitu Deng Xiaoping menyadari kesalahan Mao dan memperbaikinya pada masa kepemimpinannya. Pada masa kepemimpinan Deng, untuk pertama kalinya RRC membuka investasi asing. RRC membuat 4 daerah otonomi khusus bagi investasi, tetapi yang paling berkembang dan sukses pada daerah otonomi Shenzhen. Deng juga sadar bahwa masyarakat RRC saat itu tidak memiliki skill yang tinggi seperti negara maju lainnya, maka dari itu dia membuat peraturan terhadap investor asing yang ingin berinvestasi di RRC harus berbagi kekayaan intelektual kepada masyarakat RRC. Seperti yang diharapkan oleh Deng, masyarakat RRC yang tadinya tidak memiliki teknologi canggih, sekarang RRC menjual berbagai jenis teknologi dengan harga yang kompetitif.

Simpulan Prolog

Dari yang udah gua paparkan di atas bisa dipahami bahwa membangun ekonomi adalah hal terpenting agar suatu bangsa dapat maju. Bahkan Pak Benjamin Netanyahu (PM Israel) mengatakan jangan menjadi negara seperti Soviet di mana negara dengan banyak orang pintar/ilmuwan tetapi tidak ada pasar, padahal untuk membangun sebuah negara hal fundamental yang diperlukan adalah pasar terlebih dahulu. Faktanya ketika Bibi (panggilan masyarakat Israel kepada Benjamin Netanyahu) menjabat keadaan perekonomian Israel melesat jauh.

Langkah Apa yang Indonesia Dapat Lakukan?

Terdapat 3 langkah konkret yang Indonesia dapat pilih untuk menjadi maju

Pertama Pertanian

Bisa kalian bayangkan kan VOC kaya, sukses, makmur karena menjajah siapa? Yap benar, menjajah negara kita. VOC saat itu memonopoli perdagangan yang berupa hasil pertanian di nusantara sehingga dapat memiliki kekayaan 78 juta gulden atau US$7,9 triliun alias 118 kuadriliun rupiah. Seandainya pemerintah dapat memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki Indonesia bukan tidak mungkin Indonesia dapat memiliki kekayaan sebesar itu.

Pemerintah kita punya program pemberdayaan petani. Menurut mereka program ini cukup sukses karena berhasil menurunkan sedikit tingkat kemiskinan masyarakat pedesaan (yang notabene bekerja sebagai petani). Nah program pemberdayaan petani ngapain sih? Singkatnya, pemerintah memberikan bantuan langsung kepada petani berupa alat pertanian, bibit unggul, serta pelatihan bagi petani.

Menurut gua, program pemberdayaan petani yang dicanangkan oleh pemerintah masih kurang signifikan dampaknya karena selama proses pelaksanaannya terlalu terburu-buru dikejar oleh waktu (deadline). Menurut Pak Iskandar Budisaroso, pada intinya kalo mau melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup mereka, para pelaku (mahasiswa dan pemerintah) ga bisa cuma dateng beberapa waktu, mengambil data, dan langsung memaksa untuk diterapkan kepada masyarakat — dalam kasus ini adalah petani. Padahal seharusnya, mengirim tim dari institusi pendidikan yang disponsori oleh pemerintah. Tim tersebut terdiri dari beberapa keahlian, kemudian mereka live in di desa tersebut dalam kurun waktu 2 tahun untuk berbaur supaya diterima oleh masyarakat lokal dan merasakan permasalahan langsung di lapangan. Hal ini perlu dilakukan karena tanpa merasakan masalah yang ada di lapangan bisa menyebabkan data yang kurang akurat. Baru setelah itu dipikirkan dan dilakukan penelitian bagaimana cara menyelesaikan masalah di desa tersebut dan diselesaikan dengan penyuluhan hasil pemikiran dan penelitian kepada masyarakat tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka. Cara ini dapat berjalan efektif karena masyarakat mendapat arahan sesuai dengan permasalahan real di lapangan dan selama mendapat arahan mereka juga dalam control dari tim pemerintah sehingga akan berjalan sesuai rencana.

Sebagai contoh, ada daerah di Padang pernah diberikan mesin pertanian oleh pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan, mempermudah, dan mempercepat proses pertanian padi di daerahnya. Namun apa yang terjadi? Sayangnya alat tersebut tidak digunakan oleh masyarakat karena masyarakat merasa tidak membutuhkannya, masyarakat juga tidak mengerti bagaimana cara menggunakan mesin tersebut. Tentu kita dapat menebak berdasarkan yang udah gua jelasin di paragraf sebelumnya kenapa hal demikian terjadi. Pertama, pemerintah saat memberikan alat tidak melakukan live in terhadap permasalahan yang ada di lapangan. Kedua, masyarakat tidak dibimbing secara detail oleh pemerintah dalam pengoprasian mesin tersebut, penjelasan hanya dilakukan saat penyerahan sehingga sangat mungkin terjadi lupa terhadap materi yang telah diberikan. Contoh ini dapat memberikan gambaran bagi kita untuk memahami mengapa anggaran pertanian, pendidikan, atau apapun yang pemerintah telah anggarkan dampaknya kurang berasa bagi Indonesia.

Kedua Industri

Indonesia punya banyak perusahaan industri baik BUMN maupun swasta, seperti Krakatau Steel, Pindad, INKA, dsb. Perusahaan ini apabila dikembangkan dengan baik oleh orang yang tepat dapat menjadi tonggak utama perekonomian Indonesia tanpa harus menunggu investasi asing. Hal ini sangat mungkin dilakukan mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan ini sebagai bahan baku industri.

Gua memperhatikan banyak perusahaan BUMN yang kerja tidak menggunakan prinsip efisiensi. Contoh, udah tau keuangan perusahaan lagi ga baik, keuntungan lagi tipis (atau bahkan rugi) ngapain urusan bisnis naik pesawat garuda (notabenenya mahal dibanding maskapai lain) harusnya untuk efisiensi pakai lah maskapai yang tidak terlalu mahal (misal citilink kalo tetep maksa BUMN), nanti kalo keuangan perusahaan sudah membaik baru balik ke maskapai garuda gapapa. Ini cuma sebagian kecil dari contoh ketidakefisienan BUMN yang ada di Indonesia.

Walau begitu, ada perusahaan BUMN yang berhasil bangkit karena prinsip efisiensi dan perbaikan internal perusahaan. Perusahaan tersebut yaitu PT Kereta Api Indonesia. Sebelum PT KAI ini dinahkodai oleh Pak Ignasius Jonan atau sekitar tahun 2000-an awal, KAI sangat lah buruk, kenapa? Di dalam kereta ada acara topeng monyet, ada penumpang yang membawa kambing, banyak pencopet, bau, kotor, banyak penumpang yang tidak membayar tiket kereta, banyak penumpang yang naik ke atap kereta, dan masih banyak kejahiliyahan sebelum Pak Jonan menjabat. Sekarang PT KAI yang dahulu kita kenal telah berubah 180 derajat, PT KAI melakukan reformasi internal dan efisiensi sehingga kereta sekarang sangatlah nyaman, bersih, dan aman. Menurut gua seandainya semua BUMN bisa memiliki Bos semacam Pak Jonan bukan tidak mungkin BUMN Indonesia bersaing dengan perusahaan swasta asing dan dapat diandalkan sebagai pundak perekonomian negara.

Sejauh ini Menteri BUMN, Pak Erick Thohir, sudah melakukan beberapa tindakan dalam upaya mengefisiensikan BUMN, seperti likuidasi beberapa anak dan cucu pada perusahaan BUMN dengan kriteria tertentu dan restrukturisasi organisasi pada perusahaan BUMN. Semoga apa yang dilakukan Pak Erick merupakan langkah awal perbaikan dalam tata kelola perindustrian di Indonesia.

Ketiga Investasi

Pemerintah sekarang cenderung berfokus pada menarik investasi asing. Menurut gua langkah ini bisa dibilang cara paling instan untuk memajukan negara. Satu satunya tantangan pada langkah ini adalah kepercayaan investor. Indonesia cukup sulit membangun kepercayaan dari investor mengingat tingkat korupsi di Indonesia tinggi dan ekonomi Indonesia pernah sangat collapse pas ’98, sehingga banyak investor yang ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Walaupun begitu, pemerintah terus memperbaiki image Indonesia di mata investor. Indonesia juga pasar yang sangat potensial bagi investor karena sangat banyak sektor yang belum dikembangkan di Indonesia seperti pariwisata dan industri. Market di Indonesia juga sangat banyak mengingat penduduknya menempati urutan keempat sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia. Namun, pemerintah sebaiknya mengikuti kebijakan yang RRC lakukan — yaitu dengan membuat kesepakatan membagi kekayaan intelektual jika ingin outsource di negaranya — apabila ingin mengizinkan banyak investasi asing masuk agar suatu saat Indonesia benar-benar dapat berdiri dengan kaki sendiri.

Pemerintah sendiri udah bikin program sama kebijakan buat narik investasi asing. Contohnya Omnibus Law yang dicetuskan oleh Pak Jokowi. Apa itu Omnibus Law? Dari yang gua pahamin (btw gua bukan anak hukum, feel free bilangin gua kalo definisi ini salah) intinya Omnibus Law adalah proses untuk merevisi beberapa UU sekaligus sehingga bisa lebih sederhana dengan proses yang lebih cepat. UU yang saat ini masuk ke dalam Omnibus Law yaitu UU Cipta Lapangan Kerja dan pemberdayaan UMKM. Nah, kedua UU ini kalo berhasil direvisi melalui Omnibus Law dianggap pemerintah dapat menarik investasi asing untuk masuk. Namun, sampai sekarang adanya Omnibus Law ini masih menimbulkan perdebatan pada masyarakat, misalnya ada pasal yang menggantikan sistem UMR dengan upah per jam banyak pekerja khawatir karena dapat mengurangi pendapatan mereka, sistem ini juga tidak memberi kepastian mengenai pendapatan mereka ketika pekerja cuti atau sakit.

Simpulan Bener-Bener Simpulan

Pembangunan ekonomi adalah hal dasar dalam membangun negara. Membangun ekonomi dapat melalui banyak cara, seperti melalui pertanian, industri, dan investasi. Hal terpenting dalam pembangunan ekonomi adalah keinginan pemerintah dalam memajukan negaranya, sehingga negaranya terbebas dari korupsi dan kebijakan lain yang mendukung rakyatnya untuk berkembang.

catatan: pengetahuan gua terhadap topik ini terus berkembang berdasarkan hal yang baru yang gua ketahui, so masukan dari kalian sangat gua harapkan.

taka merupakan tulisan yang berasal dari opini, logika, ingatan, dan pengalaman gua terhadap suatu hal.

negasi dalam narasi